Halaman

Selasa, 18 Oktober 2011


Bocah Balita Terlindas Mobil, Orang Tak Peduli

Liputan6,com, Foshan: Seorang anak berumur dua tahun terbaring lemah dengan kondisi luka parah setelah dua kali tertabrak mobil. Lebih dari sepuluh orang yang melewati anak tersebut tak satu pun yang menolong bocah bernasib malang itu. Peristiwa tragis yang menyentuh rasa kemanusiaan ini menjadi pembicaraan hangat di Cina Selatan. 
Kantor berita Xinhua, Senin (17/10) menulis bahwa insiden tersebut memicu kemarahan sosial yang luas di jejaring sosial. Kejadian tragis yang menimpa anak bernama Yue Yue tersebut terekam kamera keamanan.
Dalam rekaman itu, Yue Yue berjalan menyeberangi jalan raya persis di depan toko milik orangtuanya di Kota Foshan, Cina Selatan. Ia tertabrak mobil van dan terlindas. Tak lama kemudian sebuah truk ukuran tiga perempat yang melintas juga melindas bocah balita yang sudah tak berdaya tersebut. Seakan tak ada rasa kasihan sedikit pun mobil-mobil itu berlalu begitu saja meninggalkan bocah yang terkapar di tengah jalan. Orang-orang yang melintas pun tak ada yang peduli sama sekali.
Barulah orang kesepuluh atau kesebelas peduli dan menolong bocah itu. Wanita pemulung tersebut berteriak-teriak minta tolong. Ibunda Yue Yue pun keluar rumah dan kemudian membopong serta membawanya ke rumah sakit. Dokter rumah sakit menyatakan, Yue Yue kini dalam kondisi koma dan tak mungkin bertahan hidup.
"Dia tidak akan mampu bertahan menjalani setiap operasi. Otaknya hampir mengalami kematian," kata seorang juru bicara rumah sakit yang merawat diri Yue Yue.
Polisi Foshan telah menahan sopir dari dua mobil yang melindas bocah bernasib malang tersebut.

UKSW NEWS


UKSW Raih Emas dan Perak Kejuaraan Paduan Suara di Italia
UKSW Raih Emas dan Perak Kejuaraan Paduan Suara di Italia
Keikutsertaan Satya Wacana Vocal Consort (SWVC) yang mewakili Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam ajang The 5th Rimini International Choral Competition 2011 berbuah manis. Dalam kejuaraan yang berlangsung di Rimini Italia, 6 hingga 9 Oktober lalu, SWVC berhasil meraih medali Gold untuk kategori Folklore dan Gospel, juga medali Silver di kategori Musica Sacra (Classic).

“Puji Tuhan, paduan suara kita (Satya Wacana-red) telah diberi kesempatan untuk memuji Tuhan di benua eropa dan mereka membuktikan bahwa mereka dihormati dengan meraih emas dan perak. Mereka sudah membawa nama universitas ini mewakili civitas UKSW dan alumninya untuk dikenal oleh masyarakat eropa,” kata Rektor UKSW Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D yang ditemui diruang kerjanya Jumat (14/10) .

Sementara itu, Drs. Agastya Rama Listya, MSM konduktor SWVC yang ditemui siang ini juga mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil yang diraih SWVC. “Saya sangat puas dengan hasilnya, kita bisa tampil dengan baik dan mendapat hasil yang baik juga,” katanya.

Prestasi diaras internasional ini bukanlah kali pertama diraih paduan suara UKSW. Tahun 2007 yang lalu, paduan suara UKSW juga berhasil mencetak prestasi dengan meraih emas untuk kategori folkore threatrical dalam ajang The 23rd Takarazuka International Chamber Chorus Contest di Jepang.

“Kita sudah dikenal masyarakat asia pada tahun 2007 dan sekarang kita punya anugerah untuk dikenal oleh masyarakat eropa. Harapannya, generasi Satya Wacana berikutnya bisa mempertahankan dan meningkatkan lagi prestasi ini di aras yang lebih besar,” lanjut John A. Titaley.

Dalam ajang ini, SWVC mengikuti 2 kategori dengan 4 lagu yang ditampilkan untuk setiap kategori. Lagu yang ditampilkan di kategori Musica Sacra (Classic) antara lain adalah Kyrie (from Missa Brevis) dengan arranger Dietrich Buxtehude dan Vade Retro, Satana! dengan arranger Poedji Soesila.

Sedangkan di kategori Folklore dan Gospel lagu yang ditampilkan antara lain Two Batavian Folksong dengan arranger Agastya Rama Listya dan Ain’t A That Good News dengan arranger Moses Hogan.

SWVC diperkuat 22 penyanyi, 1 pianis dan 1 official yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas di UKSW serta sejumlah dosen. Ikut mendampingi rombongan ke Italia adalah Pembantu Rektor III Yafet Y.W. Rissy, SH., M.Si., LLM dan Pembantu Rektor IV Dra. Martha Nandari S. Handoko, MA. SWVC sendiri terbentuk dibawah koordinator Kantor Pembantu Rektor III UKSW.

Terimakasih

Secara khusus,  Rektor menghaturkan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut bagian mensukseskan SWVC mengikuti ajang ini. “Khususnya kepada para alumni yang telah menyokong  sebagian besar kegiatan ini,” kata John A. Titaley.

Terimakasih dihaturkan kepada alumni Satya Wacana yaitu Bapak Sudhamek, Bapak Agus Prodjo, Bapak Esaf Sanger, Bapak Ramo Sumolang, Bapak Charlie Sumeleh, Bapak Hendrawan, Bapak Remy Tuhuleru, Bapak Chris Yakob, Bapak Teddy Waehao, Bapak Petra Karetji, Willi Toisuta & Association, Bapak Max Salangka, dr. Chris, Bapak Sahala Manik, Bapak Mulyadi dan Bapak Bambang Handoyo. Juga untuk simpatisan Bapak Sandy Suwanto Handoko dan Bapak Yusri.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Pengurus Pusat Ikasatya, Ikasatya Jabodetabek, PT. Djarum, PT. Wahid Pratama, PT. Nugraha Karya, PT. Garuda Food, PT. Indomedia, PT. New Armada, Kayu Arum Resort, serta gereja-gereja di Salatiga dan Jakarta. Tak lupa ucapan terimakasih juga untuk pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Berita terkait dapat dilihat di Kompas.com dan Harian Seputar Indonesia.(yaf/upk_bphl/foto:dokswvc).